Spirit Bangsa Melayu dimasa Kesultanan Langkat dalam membangun bangsa melalui hasil alam dan pendidikan di Sumatera Utara ( Jurnal LK III HMI ADVANCE TRAINING)



Spirit Bangsa Melayu dimasa Kesultanan Langkat dalam membangun bangsa melalui hasil alam dan pendidikan di Sumatera Utara

Muhammad Firdaus Syah Alam Suriyono 
Himpunan Mahasiswa Islam 
Cabang Langkat

Abstrak
Rumusan pada penelitian ini ialah analisa dari spirit bangsa Melayu Langkat dalam membangun bangsa melalui hasil alam dan pendidikan di Sumatera Utara, dalam hal ini peneliti berfokus pada Melayu di Langkat dengan tujuan mengetahui dan menganalisa spirit bangsa Melayu di Langkat terhadap pembangunan bangsa di Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui Obsevasi dan Wawancara langsung dengan sejarawan, dokumentasi, dalam hal ini observasi dan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data terkait spirit bangsa Melayu Langkat dalam pembangunan bangsa di Sumatera Utara, sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data terkait gambaran lokasi penelitian, dalam hal ini peneliti juga mengambil beberapa kutipan buku - buku. Hasil penelitian menunjukan bahwa spirit dari bangsa Melayu di Langkat menjadi salah satu bagian dari proses pembangunan bangsa di Sumatera Utara setelah itu juga bangsa Melayu sudah menjadi penggerak dalam pembangunan bangsa sejak masa lampau. 
Kata Kunci : Spirit,bangsa, hasil alam, pendidikan , Melayu.



Abstract 
The formulation of this study is an analysis of the spirit of the Langkat Malay nation in building the nation through natural resources and education in North Sumatra, in this case the researcher focuses on the Malays in Langkat with the aim of knowing and analyzing the spirit of the Malay nation in Langkat towards national development in North Sumatra. This research is a qualitative descriptive study, with data collection techniques through direct observation and interviews with historians, documentation, in this case observation and interviews were conducted to collect data related to the spirit of the Langkat Malay nation in national development in North Sumatra, while documentation is used to collect data related to the description of the research location, in this case the researcher also took several quotes from books. The results of the study show that the spirit of the Malay nation in Langkat is one part of the process of national development in North Sumatra after that the Malay nation has also been a driving force in national development since ancient times. 
Keywords: Spirit, nation, natural resources, education, Malay.








1. Pendahuluan
Memasuki Era modern seperti saat ini sejarah Bangsa Melayu mulai asing bagi sebagian besar kaum pemuda di kabupaten Langkat terkhususnya, hal ini sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya kemauan untuk memahami dan mengenal sejarah Bangsa Melayu dan juga tidak banyak ruang atau perhimpunan yang menampung hal tersebut, padahal Bangsa melayu memiliki sejarah yang besar bagi pembangunan Bangsa di Indonesia terutama di Sumatera Utara, namun demikian masih ada beberapa ruang dan perhimpunan yang dengan spirit mengenalkan sejarah bangsa Melayu di kabupaten Langkat bersaing dengan kehidupan agar tetap dikenal bahwasannya bangsa melayu sejak dahulu merupakan bangsa yang memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa di Sumatera Utara. 
Kekuatan atau spirit dari Bangsa Melayu Langkat dalam membangun bangsa menjadi salah satu faktor dari penulisan jurnal ini selain menjadi salah satu pemenuhan syarat dari pemenuhan administrasi Latihan Kader III ataud Advance Training yang dilaksanakan oleh Badko Sumatera Utara, ketertarikan Penulis dalam mengambil sub tema ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya ingin mengetahui sebesar apa kejayaan bangsa Melayu dan seberapa besar peran bangsa Melayu dalam pembangunan bangsa , Bedasarkan ketertarikan dan latar belakang di atas penulis melakukan penelitian ini dengan berjudul “spirit bangsa Melayu Langkat dalam membangun bangsa melalui hasil alam dan pendidikan di Sumatera Utara (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Suku Melayul)”. Dalam penelitian ini, ada beberapa teori yang bisa digunakan penulis, antara lain: teori yaitu teori spirit, teori bangsa melayu dan teori eksistensi . Teori-teori inilah yang mendukung penulis dalam mempertajam penelitian yang penulis lakukan. 
2. Metode Penelitian 
Menurut dari Bodan dan Taylor (dalam Moleong, 2012: 3), pendekatan secara kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa pendekatan yang penelitiannya dimana data-data yang dikumpulkan berupa kata- kata, gambar-gambar dan bukan angka dari yang diamati. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. 
Pada penelitian kualitatif tidak merumitkan perhitungan angka pada statistika sosial namun lebih ditekankan pada data dari hasil observasi dan wawancara peneliti dengan narasumber yang nantinya ditulis dengan tulisan baku. Tipe penelitian deskriptif yaitu dengan memaparkan subjek penelitian, tipe penelitian ini didasarkan pada pertanyaan yang diawali yaitu “bagaimana”. 
Pada penelitian ini metode kualitatif deskriptif memudahkan penulis untuk meneliti bagaimana Bangsa Melayu memberikan spirit dalam membangun bangsa di Indonesia terutama di Sumatera Utara bahkan sampai kanca dunia, dan oleh karna itu Studi kasus merupakan strategi penelitian yang penulis pakai dalam penelitian ini. Smith dalam Emzir (2010: 20) berpandangan bahwa penelitian studi kasus merupakan salah satu penelitian kualitatif yang memaksimalkan pada penemuan makna, penyelidikan proses, dan mendapatkan sebuah pengertian dan pemahaman yang mendalam dari individu, kelompok, atau situasi.
Subjek yang terdapat pada penelitian adalah individu, benda, atau kelompok sebagai sumber data yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. (Idrus 2009: 91). Subjek penelitian ini ialah Anton Ismael. 
Sedangkan Objek penelitian merupakan masalah atau tema yang diteliti. Objek penelitian merupakan inti penelitian, yaitu apa selaku bidikan penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah gaya hidup dan kreativitas. Dalam hal ini terdapat beberapa berapa metode pengumpulan data yang dapat digunakan penulis agar dapat mengumpulkan data, informasi yang lebih dalam untuk diolah dengan bermacam cara, yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam (Sugiyono, 2011:317).
2. Observasi
Observasi yang dipakai adalah observasi non-partisipan, peneliti tidak terlibat langsung dan hanya sebagai pengamat independen (Basrowi dan Suwandi, 2008: 109).
3. Studi Kepustakaan
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan untuk mencari data melalui sumber baik itu dari buku-buku refrensi yang berkaitan dengan penelitian ini (Nazir, 2011:101).
3. Hasil Temuan dan Diskusi
Bangsa Melayu merupakan bangsa yang dimulai dari Kerajaan Aru yang beragama Hindu/Budha, kemudian berganti menjadi Islam. Yang dimana kerajaan Aru ditaklukkan oleh Kesultanan Aceh oleh seoreorang petinggi Kerajaan Aru bernama Dewa Shahdan mendirikan Kesultanan Langkat pada tahun 1568. 
Berdirinya Kesultanan Langkat berawal dari Dewa Shahdan menyelamatkan diri dari serangan Kesultanan Aceh dan mendirikan sebuah kerajaan di wilayah yang kini disebut Hamparan Perak dan Nama Langkat berasal dari nama pohon yang menyerupai pohon langsat , dalam hal ini Dewa Shahdan memerintah Kesultanan Langkat dari 1568 hingga 1580, kejayaan Langkat bermula dari ditemukannya Ladang minyak bumi di Telaga Said, Pangkalan Brandan yang dikelolah oleh Belanda dan perusahaan besar lainnya dalam hal ini Kesultanan Melayu terutama Melayu di Langkat mendapatkan royalti hasil produksi minyak dalam jumlah besar.
Beberapa perusahaan Perusahaan Belanda yang mengelola Kilang Minyak dibrandan diantarnya Royal Dutch Petroleum Company yang dimana Perusahaan minyak Belanda yang melakukan pengeboran komersial di Telaga Said, Pangkalan Brandan pada tahun 1885, Kemudian Koninklijke Petroleum Maatschappij merupakan Perusahaan yang mengusahakan minyak di Sumatera Utara pada tahun 1890
Selain itu perusahaan bernama Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) merupakan Perusahaan yang mengoperasikan daerah-daerah minyak sekitar Cepu dan Pangkalan Brandan pada tahun 1907. diantara lainnya ada perusahaan bernama N. V. Nederlandsch-Indische Aardolie Maatschappij (NIAM), Perusahaan ini yang mengusahakan minyak di Indonesia dengan modal gabungan antara BPM dan Hindia Belanda.
Selain Perusahaan belanda ada juga Perusahaan Asing yaitu Aeilko J. Zijlker: Perusahaan yang mendapatkan konsesi pertama eksploitasi minyak bumi dari Sultan Langkat pada tahun 1883, sampai pada akhirnya Kilang minyak Pangkalan Brandan ditutup pada awal tahun 2007 karena dikabarkan kurang pasokan minyak mentah dan gas. Namun sebelum nya pada tahun 1947 pada tanggal 13 Agustus 2 tahun setelah kemerdekaan Indonesia pangkalan Brandan terjadi pristiwa yang disebut dengan Brandan Bumi Hangus yang dimana ini adalah peristiwa bersejarah yang terjadi melibatkan membumihanguskan fasilitas tambang minyak oleh rakyat dan pejuang Indonesia untuk menghalangi Belanda menguasai sumber daya tersebut. Aksi ini merupakan bentuk pengorbanan dan perlawanan terhadap penjajahan, serta menunjukkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, namun itu tidak menghanguskan seluruh Kilang minyak dibrandan, terlihat dari awal tahun 1885 pengekploitasi minyak yang di lakukan Belanda sampai tahun 1907.
Dibalik itu semua Kesultanan Langkat mengalami kejayaannya dikarenakan bantuan atau bagi hasil yang diberikan oleh pihak Belanda kepada kesultanan Langkat dari hasil kilang minyak kilang minyak yang ada di Langkat, selain minyak Perkebunan Karet juga menjadi salah satu pendorong kejayaan kesultanan Langkat. 
Beberapa peninggalan Malayu yang menjadi bukti kejayaan dari kesultanan Langkat seperti Masjid Azizi yang terletak di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat yang dulunya menjadi ibu kota Langkat sebelum diganti menjadi ibukota Stabat pada tahun 1982, selain itu pula masih terdapat beberapa peninggalan lainnya seperti museum dan rumah rumah panggung bernuansa Melayu dan Belanda serta pabrik pabrik peninggalan Belanda dan peninggalan bekas Kilang Minyak yang masih ada di Pangkalan Brandan. 
Berbicara tentang sejarah kejayaan dilangkat dalam membangun Bangsa melalui hasil alam , di bidang Pendidikan bangsa Melayu menjadi salah satu pionir pembangunan bangsa di Indonesia terutama di Sumatera Utara bahkan sampai manca negara terlihat dari berdiri nya Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung pura Langkat.
Berdirinya Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung pura Langkat pada tanggal 31 Desember 1912M/ 22 Muharram 1331H, menjadikan Langkat sebagai salah satu kiblat pendidikan pada masa itu terbukti pada masa awal berdirinya nya sudah aktif mendidik pelajar yang datang dari berbagai daerah di Sumatera dan juga semenanjung Malaya (Malaysia). Pada periode awalnya Jam'iyah Mahmudiyah memulainya dengan membangun pendidikan Madrasah dengan jenjang dasar Madrasah Tazhijiyah , jenjang menegah Madrasah Ibtidaiyah dan pendidikan lanjutan yaitu Madrasah Tsanawiyah , pada tahun 1928 membuka kelas Qismul Aly namun hanya sampai kemerdekaan Indonesia saja, pasca kemerdekaan 1950an Jam'iyah Mahmudiyah menetapkan penjenjangan untuk tingkat dasar Madrasah Rendah (MR) , Madrasah Menengah Pertama (MMP ) dan tingkat Madrasah Menengah Atas (MMA) dan selanjutnya pada tahun 1975 menggunakan penjenjangan sesuai keputusan Menteri yaitu Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah.
Kemudian pada Tahun 1980 , Jam'iyah Mahmudiyah mendirikan pula sekolah tinggi agama Islam (STAI JM). Sebagai lembaga pendidikan tertua yang sudah ber umur 1 Abad Lebih jam'iyah Mahmudiyah telah mencetak banyak alumni alumni sukses diberbagai sektor baik pendidikan , ulama atau pun birokrat, salah satunya pemimpin nasional seperti Abdul Malik yang pernah menjabat sebagai Menlu RI dan ketua umum pada sidang umum perserikatan bangsa-bangsa ( PBB).
Kiprah Alumni dari Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil sangat besar terlihat juga selain Abdul Malik terdapat banyak Alumni nya yang berkiprah di luar negeri seperti Kairo Mesir dan beberapa menjadi pejabat pemerintah. 
4. Kesimpulan 
Melihat itu peninggalan itu semua menjadi bukti bahwa Bangsa Melayu di Langkat banyak berkontribusi dalam membangun bangsa di Indonesia terutama di Sumatera Utara melalui sektor Hasil Alam dan Pendidikannya.
Terlihat kondisi saat ini yang terjadi banyak kemunduran dari bangsa Melayu itu sendiri, peneliti melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya ;
1. Banyak dari Masyarakat seperti bangsa Melayu saat ini lupa dan tidak perduli akan sejarah yang terjadi dimasa lampau. 
2. Pendidikan seperti Muatan lokal di sekolah sekolah tentang Bangsa Melayu itu sendiri sudah mulai jarang di jumpai.
3. Kurang nya kepedulian pemerintah yang signifikan dalam hal mempertahankan budaya dan sejarah bangsa Melayu itu sendiri. 
Namun terlepas dari itu semua masih tetap ada sekumpulan masyarakat yang memperlihatkan dan mempertahankan sejarah dari bangsa Melayu itu sendiri, terlihat dari monumen monumen yang sebagian masih dirawat sampai saat ini, besar harapan kedepannya Bangsa Melayu Langkat kembali kepada masa kejayaan nya.
6. Ucapan Terima kasih
Terima kasih saya ucapkan kepada Allah SWT, kepada kedua orang tua, kepada beberapa elemen masyarakat yang telah membantu , buku yang saya baca , jurnal yang saya baca. 
Mohon maaf yang sebesar besarnya jika banyak kekurangan dalam penulisan ini, penulis akan terus berupaya untuk memperbaiki nya, Akhir kata semoga tulisan ini menjadi manfaat bagi kita yang membaca .
7. Daftar Pustaka 
Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta Danim, Sudarwan & Khairil. (2010). Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta.
Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan:Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta.Rajawali Pers. 
Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta. 
Panitia Peringatan HUT ke 100 Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Langkat (2012). Pengabdian Alumni Sepanjang Masa, CV. Perdana Mulya Sarana.
Jurnal : Calvin, Gregorius Genep Sukendro ; Gaya Hidup dan Kreativitas (Studi Deskriptif Kualitatif pada Anton Ismael). 







Komentar